Gambar hanya ilustrasi
Berawal Dari Keresahan, 2 Orang ini Menyulap Sampah Plastik jadi Paving Block
Pernahkah Sahabat Panca Budi berpikir bahwa bisakah sesuatu yang terlihat tidak berguna dapat dimanfaatkan sebagai barang lainnya yang dapat bermanfaat untuk orang lain ? Inilah yang mengawali Ovy Sabrina & Novita Tan membangun usaha ReBricks.
Ide bisnis ReBricks ini dimulai dari keresahan mereka tentang sampah plastik yang terus menumpuk sehingga dapat mencemari lingkungan darat maupun laut. Dari keresahan tersebut mereka mencoba mendapati sebuah solusi melalui kemasan sampo dan kantong kresek sebagai bahan pembuatan Paving Block.
Kemasan sampo termasuk kemasan multilayer atau biasa disebut Multi-layered Packaging (MLP), Kemasan ini menjadi salah satu sampah yang susah di daur ulang dikarenakan terdapat beberapa lapisan plastik atau material lain di dalamnya.
Dari sekitar 5 tahun lalu, Mereka memulai usaha dengan berburu sampah plastik kemasan kopi instan, bungkus mi instan, dan kantong plastik kresek bekas. Dengan aksi yang didukung dengan sosial media, mereka mendapatkan banyak perhatian publik. Hingga saat ini, mereka mendapatkan donasi kiriman sampah kemasan plastik di seluruh Indonesia dan itu terjadi setiap hari tanpa henti.
Selama 2 tahun awal, mereka mempelajari pengelolaan sampah dari usaha yang dikelola keluarga Sabrina yaitu bisnis bahan bangunan. Pengelolaannya dimulai dari sampah kemasan kecil yang terkumpul, kemudian dicacah menjadi serpihan kecil oleh para pekerja ReBricks sehingga cacahan ini bisa dicampur dengan pasir dan semen lalu dicetak menjadi paving block atau konblok.
Ovy dan Novita hanya ingin fokus pada produk bata beton, karena menurut mereka bisnis yang biasanya para pembisnis daur ulang sampah, seperti mengubah sampah plastik menjadi dompet, payung maupun pot bunga ini kurang menyentuh banyak konsumen.
Dengan begini, sampah plastik tidak terbuang sia-sia dan tetap bermanfaat. #BijakBerplastik