Gambar hanya ilustrasi
TERKENAL DENGAN NAMA KAMPUNG TEMPE, SEHARI BISA PRODUKSI RATUSAN TEMPE
Siapa sangka di tengah Jakarta, ada kawasan yang dikenal sebagai gang tempe. Kawasan unik itu berada di Jalan Aom, RT 9 RW 8, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Dikenal sebagai Gang Tempe, mayoritas warganya adalah pengrajin tempe atau pengusaha keripik tempe. Menurut data 2023, di RW tersebut memiliki 40 merk keripik tempe berbeda. Pionirnya, keripik tempe Mama Tina, diikuti keripik tempe Pak Joko, Timoti, dan lain-lainnya.
Kawasan itu merupakan sentra perajin tempe kedelai sejak 1962. Pionirnya Tempe Bachrun. Kawasan itu meneruskan tradisi tempe hingga kini. Salah satu usaha tempe yang terkenal adalah Keripik Tempe Pak Joko.
Joko memulai usahanya sejak 1962 sebagai penjual tempe murni. Kemudian, pada tahun 2011, Joko dan istrinya (Martinah) mulai membuka usaha keripik tempe. Usaha keripik tempe ini juga diawali dari saat bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Secang, Magelang, Jawa Tengah, Martinah diajak untuk bikin keripik tempe dengan bahan campuran sagu.
Setelah kembali ke Jakarta, Ia mempraktikannya dan mempersilakan warga lain melihat proses pembuatan keripik tempe di rumahnya. Setiap harinya, Martinah bisa memproduksi 1 kuintal keripik tempe. Keripik tempe buatannya sudah masuk ke beberapa retail dan ekspor ke beberapa negara seperti Singapur dan Thailand. Keripik Tempe dijual secara kiloan yang dibungkus dengan KANTONG PP BENING.
Sahabat bisa gunakan KANTONG PP WAYANG dari Panca Budi untuk kemasan aneka keripik yang terjamin BPA FREE, BENING & BERKUALITAS.